Jumat, 28 September 2012

tumbuhan bakau

Pohon yang Hidup di Air
OLEH PENULIS SEDARLAH! DI AUSTRALIA
Mereka menjadi tempat berlindung bagi banyak spesies mamalia, burung, dan reptil yang terancam punah. Mereka juga menjaga lingkungan dengan menyaring polutan dari air. Di Florida Selatan, AS, sekitar 75 persen ikan hasil pemancingan dan 90 persen ikan yang ditangkap untuk tujuan komersial bergantung pada mereka. Dan, mereka menjadi perisai yang melindungi daerah pantai dari badai dan air pasang. Siapakah mereka? Bakau!
TUMBUH di sepanjang lebih dari setengah pantai-pantai tropis dunia, bakau adalah sejenis pohon, atau semak, yang terdiri dari anggota-anggota beberapa famili. Pada umumnya, bakau tumbuh di daerah antara pasang tertinggi dan surut terendah di mana air laut dan air tawar bercampur. Air berkadar garam tinggi membuat tanaman lain tidak dapat tumbuh, namun bakau dapat mengatasinya dengan mudah. Caranya? Dengan menggunakan beberapa metode yang menakjubkan—kadang-kadang gabungan beberapa metode.
Dikelilingi Garam
Beberapa jenis bakau memiliki saringan yang mencegah garam masuk melalui permukaan akarnya. Bakau begitu efektif dalam menyaring garam sehingga seorang pengembara yang kehausan dapat memperoleh air tawar dengan membelah akarnya. Pada spesies lain, bakau membiarkan garam memasuki jaringannya dan menumpuknya, menyimpan garam itu di daun-daun tua atau bagian lain dari tumbuhan itu dan kemudian membuangnya.
Bakau lain membiarkan garam masuk tetapi segera mengeluarkannya, biasanya melalui kelenjar garam khusus yang terdapat pada dedaunannya. Jika Anda menjilat daun bakau tersebut, rasanya sangat asin. Namun berhati-hatilah dengan jenis bakau yang Anda pilih! Getah dari daun bakau buta-buta jika kena mata bisa menimbulkan kebutaan sementara. Namun, getah itu ada khasiatnya dan telah digunakan untuk mengobati bengkak dan sengatan.
Cara Bakau Bertahan Hidup
Agar dapat bertahan dan bertumbuh subur, kebanyakan tanaman membutuhkan tanah yang gembur. Namun, tanah tempat bakau tumbuh biasanya terendam air. Rahasia ketahanan hidupnya adalah pada akar napas, yang mencuat dari tanah sehingga bisa langsung menyerap oksigen dari udara. Bentuk akar ini bervariasi. Beberapa, yang disebut akar lutut, tumbuh ke atas, membengkok, dan masuk lagi ke dalam tanah, membentuk benjolan-benjolan mirip lutut yang ditekuk.
Akar tongkat keluar tegak lurus dari tanah. Akar gantung, yang belakangan menjadi akar tunjang, tumbuh dari batang pohon. Akar papan, yang keluar dari batang pohon bagian bawah, memanjang berkelok-kelok, bagian atasnya berada di atas tanah. Berbagai sistem akar ini tidak hanya memungkinkan tumbuhan ini bernapas tetapi juga menunjang kestabilan di tanah yang lembek.
Cara Berkembang Biak
Bakau nirih mempunyai buah bulat besar yang penuh dengan biji berbentuk tidak beraturan. Setelah masak buahnya pecah, menebarkan bijinya ke air. Ada yang mengapung terbawa air pasang, akhirnya tersangkut di suatu tempat dan bertunas.
Biji jenis bakau lainnya bertunas selagi masih menempel pada pohon induknya. Dalam dunia flora hal seperti ini sangat langka. Bakau jenis tersebut menghasilkan kecambah yang jatuh dari pohon ke dalam air lalu terapung-apung selama berbulan-bulan bahkan hingga satu tahun untuk mencari habitat yang cocok untuk bertumbuh.
Cara kecambah tersebut mengapung memperbesar kemungkinannya untuk tersangkut di daerah air payau yang ideal baginya. Kecambah itu terapung secara horizontal di air asin yang daya apungnya lebih besar, tetapi sewaktu memasuki air payau, ia mengapung vertikal sehingga lebih mudah tertancap dalam lumpur.
Dunia di dalam Dunia
Bakau membentuk dasar dari sebuah rantai makanan yang kompleks. Dedaunan yang berguguran serta tumbuhan yang membusuk dari hutan bakau menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme, yang selanjutnya, menyediakan makanan bagi binatang dalam rantai makanan. Banyak makhluk hidup yang tinggal, mencari makan, berkembang biak, atau membesarkan anak-anak mereka di hutan bakau.
Misalnya, ratusan spesies burung memanfaatkan habitat bakau sebagai tempat bersarang atau mendapatkan makanan, dan juga tempat persinggahan pada waktu bermigrasi. Di negeri Belize saja, lebih dari 500 spesies burung menjadikan hutan bakau sebagai habitat mereka. Banyak ikan mengawali hidupnya di hutan bakau atau menjadikan ekosistem di sana sebagai sumber makanan mereka. Lebih dari 120 spesies ikan telah ditangkap di hutan bakau Sundarbans, yang terletak di perbatasan India dan Bangladesh.
Beraneka jenis tumbuhan juga bertumbuh subur di komunitas bakau. Di pantai timur Australia, terdapat 105 jenis lumut kerak yang tumbuh pada pohon-pohon bakau. Banyak pakis, anggrek, mistletoe, dan tanaman lainnya juga tumbuh subur di habitat ini. Sesungguhnya, hutan bakau di dunia ini telah sangat berjasa bagi flora dan fauna—dari lumut kerak sampai harimau—dan juga bagi manusia.
Segudang Manfaat bagi Manusia
Selain turut melestarikan lingkungan, hutan bakau merupakan sumber langsung atau tidak langsung dari banyak produk, termasuk kayu bakar, arang, tanin, makanan ternak, dan obat-obatan. Habitat bakau juga menyediakan aneka ragam makanan yang lezat, seperti ikan, krustasea, kerang dan madu. Sebenarnya, beberapa pelaut pernah menyangka bahwa tiram tumbuh di pohon karena dengan mudah bisa dipungut dari pohon-pohon bakau ketika akar-akarnya mencuat pada waktu pasang surut.
Hutan bakau juga menyediakan bahan mentah untuk industri kertas, tekstil, kulit, dan bangunan. Selain itu, industri perikanan dan pariwisata juga mendapat manfaat darinya.
Meskipun orang semakin menyadari pentingnya tanaman ini, luas hutan bakau terus menyusut rata-rata 100.000 hektar per tahun. Sering kali, hutan bakau dibabat untuk menyediakan lahan bagi proyek-proyek yang tampaknya lebih menguntungkan, seperti pertanian dan perumahan. Banyak orang beranggapan bahwa rawa-rawa bakau hanyalah tempat yang berlumpur, berbau, dan menjadi sarang nyamuk, yang lebih baik disingkirkan.
Namun, kenyataannya, hutan bakau sangat berguna, bahkan menyelamatkan kehidupan. Akar napasnya yang khas dan mampu beradaptasi serta akar penyaring garamnya telah menghasilkan ekosistem yang kaya dan kompleks. Bakau sangat penting bagi perikanan di pantai, industri barang-barang dari kayu, dan satwa liar. Dan, bakau juga melindungi daerah pantai dari erosi dengan meredam ganasnya amukan badai yang bisa saja menewaskan ribuan orang. Tentu, kita hendaknya bersyukur atas adanya hutan bakau!
[Kotak/Gambar di hlm. 24]
Mencari Madu Liar di Hutan Bakau
  Hutan bakau yang terbesar di dunia terdapat di Sundarbans, bagian yang sangat luas dari Delta Sungai Gangga, yang membentang di perbatasan India dan Bangladesh. Di antara penduduk yang tinggal di sana ada orang Mowalis, yang mencari nafkah di hutan bakau. Mata pencaharian mereka adalah pekerjaan yang paling tinggi risikonya di negeri itu.
  Orang Mowalis adalah pencari madu. Setiap tahun pada bulan April dan Mei, mereka menjelajahi seluruh bentang alam hutan bakau untuk mencari sarang madu dari lebah raksasa. Lebah itu besar, panjangnya hingga empat sentimeter. Mereka sangat ganas, konon bahkan bisa membunuh gajah!
  Jadi, para pencari madu menggunakan obor yang terbuat dari tanaman bakau, yang asapnya membuat lebah-lebah itu terbang berpencaran. Pencari madu yang cerdik meninggalkan sebagian dari sarang lebah agar lebah-lebah dapat membangunnya lagi, dengan demikian terus menjadi sumber madu yang bagi mereka.
  Bukan hanya lebah yang menjadi ancaman bagi para pencari madu. Juga ada ancaman dari buaya dan ular berbisa yang menghuni hutan bakau. Selain itu, ada pencuri yang sudah siap merampok madu dan lilin madu yang dibawa para pencari madu. Meski hal-hal ini menjadi ancaman, yang paling menakutkan adalah harimau Benggala. Setiap tahun, hewan ini membunuh antara 15 dan 20 pencari madu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar